Thursday, August 21, 2008

Guru Indonesia Gelombang 1 dan 2 akan pulang


tak terasa waktu dua tahun terlewati sudah , hari demi hari penugasan yang dirasakan awal sangat berat kini hampir berakhir........................................

hijaunya perkebunan.

senyuman anak -anak disepanjang hari

riuhnya suasana kelas

semuanya akan berakhir 27 agustus 2008,

yang kami ingin ...................................................

anak-anak dapat belajar dengan guru yang baru

anak-anak tetap mengisi bangkunya sepeninggal kami

maaf bila ada keterbatasan kami ..............................

mimpi kami ................................................

anak-anak dapat memiliki sedikit masa depan yang baru dengan belajar

kami ingin mimpi kami jadi nyata ---------GI / 22 Agustus 2008/I-U

my school

my school

Blog Archive

Risnawati Rahman

Risnawati Rahman

Si Biji Dari Pontian


Risna anak yang cerdas, sudah lancar membaca, memiliki daya ingat yang sangat kuat, bila ia dapat kesempatan untuk menyelesaikan sekolah tentu ia akan dapat mencapai cita-citanya.
Lahir dari pasangan Bapak Rahman dan Ibu Aisyah, sebagai anak bungsu, keluarganya berharap ia akan berhasil menyelesaikan sekolah dasar. Semua kakak dan abangnya pernah bersekolah tapi tak ada yang sampai tamat sekolah dasar atau Primary , bahkan ada abangnya yang bersekolah disekolah kerajaan tapi terhenti karena tidak punya surat lahir dan merupakan pendatang asing, tidak semua orang dapat bersekolah disekolah kerajaan terlebih pendatang asing dilarang untuk bersekolah disekolah kerajaan kecuali memiliki surat lahir tempatan dan bapak yang sudah memiliki IC (KTP) ataupun penjamin, itupun harus membayar RM 200 / bulan atau sekitar Rp 500.000, ini yang menyebabkan abangnya putus sekolah.
Sekarang kakak dan abangnya bekerja membantu bapak dan Ibu, mereka bekerja diperkebunan– perkebunan, sebelum sampai ke Pontian Malacca orang tuanya selalu bepindah-pindah dari satu perkebunan ke perkebunan lainnya yang ada di Sabah Malaysia.
Karena sulit untuk bersekolah disekolah kerajaan maka Risna bersekolah di Humana pusat bimbingan yang memberikan pendidikan dasar setara dengan primary disekolah kerajaan.
Sewaktu kecil Risna di panggil “Biji” karena waktu Ibunya hamil hingga melahirkan selalu bekerja memungut Biji kelapa sawit, namun nama itu kemudian tidak lagi dipakai dan digantikan dengan Risnawati dengan harapan orang tua si “Biji” yang kecil ini dapat menjadi permata hati keluarga dan membawa maruah (nama Baik) keluarga.
Walaupun baru primary 1 Risna sudah lancar membaca sejak kinder dan dengan ingatan yang kuat dia selalu dipilih untuk mewakili sekolah pada pertunjukan graduation tahunan ataupun acara monthly meeting bahkan karena ia kuat berlari ia sering mewakili untuk sport festival setiap tahunnya.
Tapi alangkah sayangnya bila ia hanya dapat menamatkan sekolah dasar karena tidak dapat melanjutkan sekolah, Humana hanya dapat menyelenggarakan pendidikan untuk kinder dan primary sedangkan tingkatan masih belum ada.
Adakah kesempatan untuk risna dapat bersekolah lebih tinggi dari pada abang dan kakaknya atau ia hanya akan membantu orang tuanya bekerja di perkebunan seperti abang dan kakaknya?

sukan

sukan

sport festival

sport festival

Indonesia Worker Children

Indonesia Worker Children
Humana 36