Thursday, August 21, 2008

Guru Indonesia Gelombang 1 dan 2 akan pulang


tak terasa waktu dua tahun terlewati sudah , hari demi hari penugasan yang dirasakan awal sangat berat kini hampir berakhir........................................

hijaunya perkebunan.

senyuman anak -anak disepanjang hari

riuhnya suasana kelas

semuanya akan berakhir 27 agustus 2008,

yang kami ingin ...................................................

anak-anak dapat belajar dengan guru yang baru

anak-anak tetap mengisi bangkunya sepeninggal kami

maaf bila ada keterbatasan kami ..............................

mimpi kami ................................................

anak-anak dapat memiliki sedikit masa depan yang baru dengan belajar

kami ingin mimpi kami jadi nyata ---------GI / 22 Agustus 2008/I-U

Tuesday, July 8, 2008

Saturday, January 19, 2008

register and leaving data






from register and leaving data every month Humana House 36 Pontian Malacca have a new student and student leaving from school, from observation they are register in tadika level and leaving when they think they can reading and counting, that the reason why in primary 6 , just one student but in tadika level is 35 students.
can reading and counting is not enough but they need support from parents how they can finishing their study until primary 6. In Indonesia , all Indonesian Children must have 9 years elementary school , thats the reason why Indonesia Goverment send Indonesia teacher to Sabah Malaysia for helping all Indonesian worker children have education.

Tuesday, October 16, 2007

my school activity

Thursday, October 11, 2007



learning teaching process is really important for Indonesia Worker Children at plantation, they can not go to public school because they are ilegal visitor , but until now Humana can help them and give basically education for the children , we hope they can change their future.

Sunday, September 16, 2007

aku mau sekolah



Namaku Diana Latief tapi bisa juga dipanggil Diana Syarif , Latief ataupunSyarief adalah sama nama Ayahku. Dulu ayahku bekerja di Pontian Malacca juga tapi kemudian pindah ke Kerosa Plantation.
Aku tetap tinggal di Pontian bersama Kakek dan Nenekku, kami keluarga besar semua adik beradik Ibuku bekerja di Pontian, aku dibesarkan oleh nenekku , aku bersaudara 5 orang tapi sebenarnya ada 2 orang saudaraku yang meninggal sewaktu kecil, klinik jaraknya jauh dari Pontian hingga sulit untuk mendapatkan perawatan kalau sakit, itu yang menyebabkan saudaraku meninggal diwaktu kecil.
Abangku dulu bersekolah di Samarinda kemudian setelah tamat SD dia kembali ke Sabah dan bekerja bersama orang tuaku, dia tidak melanjutkan sekolah karena tempat famili di Samarinda tidak nyaman untuk sekolah katanya, aku jadi takut sekolah disana, untung ada Humana jadi aku tidak usah bersekolah jauh dari nenek dan kakekku.
Kami keluarga yang sederhana, tinggal di perumahan yang disediakan company, dirumah kakekku ini tinggal 2 keluarga yaitu keluarga pak cikku dan kakekku semua ada 8-9 orang dengan dua kamar tidur dan satu ruang tamu dan satu dapur.
Bila tidak sekolah aku menjaga adikku sampai pak cikku pulang dari kerja, baru kemudian aku bermain, aku punya banyak teman semua teman sebayaku sekolah di Humana, namun banyak juga yang seusiaku sudah bekerja di perkebunan membantu orang tua mereka.
Kakekku selalu berkata aku harus sekolah karena waktu kakekku kecil tidak ada yang menyekolahkan beliau sehingga sampai sekarang beliau buta huruf, tapi untuk menghitung kakekku sangat pandai, dia suka mengajari kami berhitung.
Sekarang musim kering hujan jarang turun sehingga aku terpaksa mandi di kolam kalau persediaan air sudah menipis. Aku ingin sekolah terus tapi tidak ada sekolah tingkatan di Humana. Tapi Guruku berkata bahwa kalau melanjutkan kami akan dikirim ke Nunukan, semoga aku bisa sekolah terus hingga tamat supaya aku bisa mencapai cita-citaku, aku ingin jadi guru juga kalau sudah besar bisa mengajar anak-anak untuk bisa membaca dan berhitung.

my school

my school

Blog Archive

Risnawati Rahman

Risnawati Rahman

Si Biji Dari Pontian


Risna anak yang cerdas, sudah lancar membaca, memiliki daya ingat yang sangat kuat, bila ia dapat kesempatan untuk menyelesaikan sekolah tentu ia akan dapat mencapai cita-citanya.
Lahir dari pasangan Bapak Rahman dan Ibu Aisyah, sebagai anak bungsu, keluarganya berharap ia akan berhasil menyelesaikan sekolah dasar. Semua kakak dan abangnya pernah bersekolah tapi tak ada yang sampai tamat sekolah dasar atau Primary , bahkan ada abangnya yang bersekolah disekolah kerajaan tapi terhenti karena tidak punya surat lahir dan merupakan pendatang asing, tidak semua orang dapat bersekolah disekolah kerajaan terlebih pendatang asing dilarang untuk bersekolah disekolah kerajaan kecuali memiliki surat lahir tempatan dan bapak yang sudah memiliki IC (KTP) ataupun penjamin, itupun harus membayar RM 200 / bulan atau sekitar Rp 500.000, ini yang menyebabkan abangnya putus sekolah.
Sekarang kakak dan abangnya bekerja membantu bapak dan Ibu, mereka bekerja diperkebunan– perkebunan, sebelum sampai ke Pontian Malacca orang tuanya selalu bepindah-pindah dari satu perkebunan ke perkebunan lainnya yang ada di Sabah Malaysia.
Karena sulit untuk bersekolah disekolah kerajaan maka Risna bersekolah di Humana pusat bimbingan yang memberikan pendidikan dasar setara dengan primary disekolah kerajaan.
Sewaktu kecil Risna di panggil “Biji” karena waktu Ibunya hamil hingga melahirkan selalu bekerja memungut Biji kelapa sawit, namun nama itu kemudian tidak lagi dipakai dan digantikan dengan Risnawati dengan harapan orang tua si “Biji” yang kecil ini dapat menjadi permata hati keluarga dan membawa maruah (nama Baik) keluarga.
Walaupun baru primary 1 Risna sudah lancar membaca sejak kinder dan dengan ingatan yang kuat dia selalu dipilih untuk mewakili sekolah pada pertunjukan graduation tahunan ataupun acara monthly meeting bahkan karena ia kuat berlari ia sering mewakili untuk sport festival setiap tahunnya.
Tapi alangkah sayangnya bila ia hanya dapat menamatkan sekolah dasar karena tidak dapat melanjutkan sekolah, Humana hanya dapat menyelenggarakan pendidikan untuk kinder dan primary sedangkan tingkatan masih belum ada.
Adakah kesempatan untuk risna dapat bersekolah lebih tinggi dari pada abang dan kakaknya atau ia hanya akan membantu orang tuanya bekerja di perkebunan seperti abang dan kakaknya?

sukan

sukan

sport festival

sport festival

Indonesia Worker Children

Indonesia Worker Children
Humana 36